Tipe-Tipe Desain Logo dan Penggunaannya


Desain logo merupakan desain gambar yang mempresentasikan bisnis atau merek. Setiap bisnis pasti memiliki sebuah logo. Tidak ada sebuah bisnis yang tidak memakai logo terutama pada bisnis besar. Di dunia ini hampir tidak ada satu logo yang sama, karena masing-masing memiliki karakteristik dan kombinasi yang berbeda-beda. 

Desain logo terbentuk dari kombinasi antara gambar dengan tipografi yang didesain sehingga menjadi suatu hal yang menarik. Pemakaian tipe logo harus disesuaikan dengan tipe perusahaan serta bisnis yang dijalani. Berikut tipe logo dan penggunaannya yang bisa dijadikan referensi untuk sebuah bisnis.

Tipe Desain Logo dan Penggunaannya 
 
1. Lattermark (Logo Monogram)
Tipe ini digunakan beberapa perusahaan seperti IBM, HP, HBO, CNN, dan lain-lain. Jika diperhatikan, jenis logo ini menampilkan kepanjangan  sebuah nama brand. Dalam artian, jenis ini bisa disebut sebagai logo dengan mempresentasikan inisial. Dengan menggunakan beberapa huruf atau lettermark, maka kita dapat dengan mudah mengingat merek dan logo tersebut. Karena orientasi dari jenis logo ini yakni inisial, maka kita harus memperhatikan jenis hurufnya. Pastikan jenis huruf sesuai dengan tema perusahaan dan apabila dicetak pada kartu nama akan mudah dibaca.

2. Wordmark
Wordmark adalah sebuah logo yang tulisannya fokus pada nama perusahaan atau bisnis terkait. Misalnya seperti Disney, Coca-Cola, Facebook, dan lainnya. Logo jenis wordmark akan terlihat menarik apabila perusahaan menggunakan nama yang ringkas dan sederhana. Karena fokus jenis ini terdapat pada nama perusahaan atau bisnis yang dijalankan. Sehingga gunakanlah font yang tepat dan sesuai.

3. Simbol atau Pictorial Mark
Jenis ini merupakan sebuah desain logo yang berbasis grafis. Misalnya saja logo Apple, Nike, dan twitter. Setiap logo tersebut mewakili identitas perusahaan atau bisnis yang bisa langsung dikenali. Hal yang paling penting ketika kita akan membuat logo pictorial mark yaitu tentang jenis gambar yang akan dimuat. Tindakan ini akan selalu melekat pada merek perusahaan atau bisnis yang kita jalankan.

4. Abstrak
Logo abstrak merupakan jenis tertentu dari logo simbol yang berbasis gambar. Berbeda dengan jenis sebelumnya, tipe ini menampilkan geometris yang abstrak sehingga sukar untuk dikenali. Misalnya saja pada perusahaan Pepsi, BP, Adidas yang mempresentasikan logo abstraknya. Tipe abstrak memungkinkan kita untuk lebih berfikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan merek pada suatu bisnis.

5. Maskot
Pada umumnya logo maskot memiliki unsur-unsur warna yang cerah dan menceriakan. Tipe logo ini adalah cara yang tepat untuk menampilkan karakter yang kuat pada sebuah merek perusahaan. Maskot akan dijadikan sebagai buta bisnis agar terlihat menarik. Contoh perusahaan yang menggunakan logo ini adalah Kolonel KFC, Mr. Peanut Planter, Kool-Aid Man, dan lain-lain. Logo maskot akan menjadi suatu daya tarik tersendiri untuk membedakan satu perusahaan dengan perusahaan yang lain.

6. Lambang
Tipe logo lambang terdiri dari beberapa huruf yang letaknya di dalam ikon, segel, lencana, atau inti dari lambang itu sendiri. Logo ini cenderung memiliki desain tradisional tetapi bisa membuat kesan mencolok. Sehingga logo ini sering dipakai dalam suatu instansi, lembaga pemerintah, ataupun industri otomotif. Penggunaan lambang yang terkesan rumit tidak cocok apabila ditempatkan pada sebuah barang. Kita harus memastikan bahwa lambang tersebut didesain dengan sederhana.

7. Kombinasi
Sesuai dengan namanya, logo ini terdiri dari gabungan wordmark atau lattermark, pictorial mark, logo abstrak, dan maskot. Gambar dengan teks dapat diintegrasi untuk menghasilkan sebuah logo yang diinginkan. Sehingga hasil dari logo kombinasi akan terlihat lengkap dan menarik.


EmoticonEmoticon